Wiwi Sln

Senin, 10 April 2017

Be(t)ter

Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu agar menjadi pribadi yang lebih baik. Itulah harapan semua manusia; agar bisa menjadi lebih baik dari hari ke hari. Terdengar sangat mudah untuk diucapkan namun tidak mudah untuk dilakukan. Lalu apa yang bisa membuat kita semua menyadari bahwa semua belum terlambat?

Pergantian tahun menjadi salah satu momen dimana kita melihat apa saja yang sudah tercapai selama ini. Itu pula yang terjadi dengan saya. Tentu akan melihat kemanakah saya membawa diri ini selama saya hidup. Sudahkah menjadi lebih baik atau hanya sekedar wacana? Hanya kita dan Allah Ta'ala yang Maha Mengetahui segalanya. Namun perlu disadari, takdir tidak akan pernah ada yang tahu. Ketika kita masih diberikan kesempatan untuk menghirup udara segar, bukankah Allah masih memberikan kesempatan agar bisa berubah sebelum semua terlambat?

Terdengar klise memang, namun untuk menjadi lebih baik adalah salah satu resolusi yang sangat bagus walaupun kita tidak akan pernah bisa menjadi pribadi yang sempurna. Kenapa? Karena ketika berusaha untuk menjadi lebih baik lagi, kita akan belajar untuk lebih memahami sekitar, lebih memilah mana yang baik dan buruk untuk masa depan, dan semakin mendalami ilmu yang insya Allah akan bermanfaat untuk kita.

Namun semua itu adalah pilihan, dimana kita harus lebih cermat dalam memilih mana yang terbaik untuk kita. Pilihan membuat kita belajar dan menentukan arah tujuan hidup. Baik dan buruk adalah pilihan yang kita pilih. Bukan karena orang lain, tetapi semua karena kita yang memilih.

Saya mengerti bagaimana semua ini adalah proses tiada akhir, amanah yang diberikan Allah Ta'ala adalah salah satu anugerah terindah.

Akan ada banyak onak dan duri dalam menjalani kehidupan. Begitu juga ketika harus menanamkan kesabaran. Bukanlah suatu perkara yang mudah. Apalagi saat dihadapi dengan berbagai macam pilihan yang sulit. Namun untuk menjadi lebih baik semuanya adalah proses. Meskipun kelihatannya kecil, iringi dengan do'a dan usaha.

Bersemangatlah dan teruslah berusaha.

Percaya bahwa kita selalu belajar untuk menjadi orang yang lebih baik setiap harinya. Dan harus selalu percaya bahwa segala sesuatu akan ada jalan keluarnya. Bagaimana kita menyikapinya, itulah pilihan kita.

Selamat menjadi individu yang hebat dan cermat dan lebih baik lagi :)

Sabtu, 28 Januari 2017

Sabar,ikhlas,Syukur,ilmu dasar kebahagiaan.

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum,sesuai dengan postingan kali ini yang berjudul kita harus bahagia dan beryukur, karena semua yang tuhan berikan kepada kita adalah nikmat yang tak ternilai batasnya.

Aku punya sedikit cerita;

“Ada seekor siput yang selalu memandang sinis terhadap katak. Suatu hari, katak yg kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput:
"Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga Anda begitu membenci saya?"
Siput menjawab: "Kalian kaum katak mempunyai empat kaki & bisa melompat ke sana ke mari,
Tapi saya mesti membawa cangkang yg berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih."
Katak menjawab: "Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing, hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami (katak)."
Dan seketika, ada seekor elang besar yg terbang ke arah mereka, siput dengan cepat memasukan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang...
Akhirnya siput baru sadar... ternyata cangkang yang dimilikinya bukan merupakan suatu beban... tetapi merupakan kelebihannya... “

dapat di simpulkan kita harus bersyukur atas apa yang kita miliki meskipun itu teras membebani kita. Hal – hal yang perlu kita tanamkan dan kita sadari pada diri kita sebagai seorang hamba diantaranya :

Pertama,sadarilah bahwa kita semua terlahir telanjang dan lemah. Berdiri aja tak mampu. Kalaupun saat bayi kita berbaju bagus, itu karena kebaikan orang tua kita. Bukan kita yang beli kan? Karena itu, kita harusnya bahagia ketika sekarang bertambah kuat dan bisa beli baju sendiri.

Kedua,kita adalah yang terpilih “bertemu” dengan ovum, mengalahkan berjuta lainnya. Jadi kita terpilih untuk bahagia.

Ketiga,memang mushibah itu uncontrolable, tapi bahagia itu pilihan. Jadi pilihlah bahagia.

Keempat,fokuslah pada diri sendiri, abaikan orang lain bila itu akan hancurkan bahagia kita. Kita peduli kepada orang lain karena yakin akan menambah bahagia kita. Sadarilah bahwa menyenangkan semua orang itu mustahil. Tapi membahagiakan diri sendiri insya Allah bisa.

kelima,kuasailah ilmu ikhlas, shabar, dan syukur. Itu ilmu dasar kebahagiaan

Keenam,dekatilah sumber kebahagiaan, yaitu Allah subhanahuwata’ala. Jangan menjauh dari-Nya.

Ketujuh,belajarlah kepada orang-orang yang berbahagia. Jadikan mereka sahabat Anda agar Anda tertulari.
Ke delapan, menjauhlah dari perusak kebahagiaan. Jauhi para pendengki yang gemar mencaci maki, kecuali sekedarnya.

Nikmatilah kehidupanmu, tidak perlu dibandingkan dengan orang lain. Keirian hati kita terhadap orang lain akan membawa lebih banyak penderitaan...
Rejeki tidak selalu berupa emas, permata atau uang yg banyak, bukan pula saat kita berada di rumah mewah & pergi bermobil. Karena bukan kebahagiaan yg menjadikan kita berSYUKUR tetapi berSYUKURlah yg menjadikan kita berbahagia...

Bahagia, adalah sesuatu yang dicari semua orang. Banyak cara dan usaha dilakukan, namun hanya sedikit yang mampu meraihnya. Meski tak semua meraihnya,tapi kebahagiaan bukan sesuatu yang eksklusif dan dimonopoli kelompok tertentu. Ia menjadi hak siapa saja. Dan untuk membahagiakan orang lain tak harus menunggu sudah bahagia lebih dahulu. Siapapun punya peluang membahagiakan orang lain.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat untu kita semua.

Jumat, 20 Januari 2017

Hello,goodbye.


Yang paling menakutkan dari sebuah pertemun adalah, rasa rindu yang ternyata selama ini belum selesai, dan harap kosong yang tumbuh lagi meski tahu kalian sudah tidak punya kesempatan lagi.

Minggu, 08 Januari 2017

Because Allah

Ada alasan ketika Allah membuat kita gagal, ada catatan dimana kita berbuat kesalahan, Ada jawaban ketika kita mengajukan pertanyaan.

Semuanya akan terlewatkan , ketika kita menikmati setiap proses perjuangan.

Entah,apa yang lebih tinggi dari kata syukur. Yang jelas Aku bersyukur bisa ada pada jalan yang selaras untuk selalu belajar dan mencoba lagi,lagi,dan lagi sampai akhirnya sadar bahwa ini namanya berkerja keras.

Minggu, 20 November 2016

Kesakitan Yang Diam

Adakah penggambaran sakit hati yang lebih nyata ketimbang keluhan keluhan curahan dalam tulisan,
Adakah lagi rasa yang bukan sekedar rasa yang semakin terasa dalam indra yang berperasa.
Permainan kah ini?

Saat aku memandang kebahagian , rasa takut itu bersekongkol mengendap malu-malu untuk menunjukan kesakitan. Hingga kasmaran memang sang ahli untuk menyamar. Duhai hati, elok sekali cinta mu. Tapi dunia ini bukan hanya tentang Cinta yang bahagia, karena fana sudah lumrah Tuhan katakan.
Lalu apakah aku posisi paling bawah ketika sedang merasakan kepahitan.

Kadang , aku ingin bersekongkol dengan waktu. Pada malam ia beri aku kesempatan berandai-andai lebih jauh, namun perisai untuk berhati-hati sudah terlalu menyerukan ketakutanku.
Apakah ada masalah yang teramat kecil , masalah yang hanya seperempatnya dari masalah yang sesungguhnya? Masalah yang tak masuk dalam urat nadi yang mengeras? Masalah yang tak memompa darah semakin cepat ke ulu hati kemudian ke jantung? Masalah yang hanya segelintir tak memasuki telinga hingga menyisakan dengung dengung yang menikam.
Namun ia teramat seperti batu, keras dan dihancurkan akan semakin banyak. Lalu melebur dalam kelemahan jiwa yang menjatuhkan. Ia memang begitu.

Kendati apa yang harus aku lakukan untuk menyiasati semua inderaku? Harus mati rasakah aku? Sebagai manusia yang berperasa harus diam kah aku? Sedangkan diam sama saja tak menghasilkan.
mending saja jika ia datang secara Tunggal, berkompromi dengan hati masih lalu bisa berkompromi.
Namun , kali ini ia sering mendatangiku dengan beberapa teman dibelakangnya. Dengan ego, dengan problema ganda, dengan sarana, dengan pedang lidah , bahkan dengan jiwa.

Adakah yang lebih sakit dari Patah Hati?

Adakah penggambaran sakit hati yang lebih nyata ketimbang keluhan keluhan curahan dalam tulisan,
Adakah lagi rasa yang bukan sekedar rasa yang semakin terasa dalam indra yang berperasa.
Permainan kah ini?

Saat aku memandang kebahagian , rasa takut itu bersekongkol mengendap malu-malu untuk menunjukan kesakitan. Hingga kasmaran memang sang ahli untuk menyamar. Duhai hati, elok sekali cinta mu. Tapi dunia ini bukan hanya tentang Cinta yang bahagia, karena fana sudah lumrah Tuhan katakan.
Lalu apakah aku posisi paling bawah ketika sedang merasakan kepahitan.

Kadang , aku ingin bersekongkol dengan waktu. Pada malam ia beri aku kesempatan berandai-andai lebih jauh, namun perisai untuk berhati-hati sudah terlalu menyerukan ketakutanku.
Apakah ada masalah yang teramat kecil , masalah yang hanya seperempatnya dari masalah yang sesungguhnya? Masalah yang tak masuk dalam urat nadi yang mengeras? Masalah yang tak memompa darah semakin cepat ke ulu hati kemudian ke jantung? Masalah yang hanya segelintir tak memasuki telinga hingga menyisakan dengung dengung yang menikam.
Namun ia teramat seperti batu, keras dan dihancurkan akan semakin banyak. Lalu melebur dalam kelemahan jiwa yang menjatuhkan. Ia memang begitu.

Kendati apa yang harus aku lakukan untuk menyiasati semua inderaku? Harus mati rasakah aku? Sebagai manusia yang berperasa harus diam kah aku? Sedangkan diam sama saja tak menghasilkan.
mending saja jika ia datang secara Tunggal, berkompromi dengan hati masih lalu bisa berkompromi.
Namun , kali ini ia sering mendatangiku dengan beberapa teman dibelakangnya. Dengan ego, dengan problema ganda, dengan sarana, dengan pedang lidah , bahkan dengan jiwa.

Do'a

Ini adalah kebimbanganku
Doa yang malu selalu menyanjungku.
Patah, namun doa yang menyempurnakan.
Gagal , namun doa menyimpulkan.
Bahwa aku bermalu namun doa mentuluskan.

Sabtu, 19 November 2016

KEYAKINAN

Ujung penglihatanku hanyalah tertuju pada satu titik, dalam sujud yang merungkuk. Aku merasakan aliran darah yang teramat menyergap segar , bukan lagi hiruk pikuk dunia yang menyetarakan Syahwat untuk mengejarnya.

"Dulu, pada Masa kakek mengejar nenek. Yang terkejar malah ayah nya nenek Cu , lihatlah.. Ini hujan, ini Air dalam bendungan, hujan itu deras turun memburu tanah. Namun tanah memeluknya dengan bendungan. Sama halnya dengan kakek mengejar nenek. Yang kakek kejar adalah Agamanya nenek, modal untuk larinya ilmu agama kakek.Ilmu Agama nenek, dan ilmu agama kakek jadilah bersatu dan menguat diikat oleh kepercayaan Ayahnya Nenekmu. Disitulah Cinta terwadahkan."

Rayu , aku dirayu oleh lantunan di surau itu yang menarik semua kalbuku. Sentuh, aku disentuh oleh Adzan yang Tak pernah Keliru mengajak berukuk.
Kendati Kemurnian Rohani adalah suatu ketenangan yang tak takut sendiri.
Mencari kecerdasan dalam tempurung kelapa itu keras, carilah ia dalam sebuah tunas. Ia tunas yang bersahabat dengan bahan bagaimana kita tercipta , Tanah. Tanah untuk bersujud.

Menenggak pada langit terlalu tinggi, menenggak pada Tuhan akan lebih Tinggi namun bisa mendekatkan jasmani dan rohani. Menunduk oada rumput itu terbatas kaki, menunduk dalam sujud itu kita mampu menengok hati.
Lalu kecerdasan yang mana yang kita dapatkan?
Aku Jawab. IALAH kecerdasanmu yang kamu Ikhlaskan dalam sembahyang dan Allah Meridhokan.

Rabu, 17 Agustus 2016

Receive and Release

Terkadang ketika banyak hal yang membuat hati kita tidak bahagia itu karna kita tidak bisa menerima sesuatu yang terjadi.sesuatu yang tidak bisa terjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Lepaskan lah jika itu terasa menyakitkan di hati kita.

Lepaskan lah jika itu terasa berat untuk kita rasakan.

Lepaskan lah jika dengan melepas kan kita bisa menjadi lebih baik.

Mungkin melepaskan sesuatu itu sangat tidak mudah,rasa nya sulit.tapi jika kita tidak berusaha untuk mau melepaskan.itu hanya akan menyakiti diri kita sendiri.

Terkadang kita hanya perlu untuk menerima.

Menerima setiap apapun yang terjadi.

Sudahlah...Segala apapun yang terjadi pasti karna sebuah alasan.dan pasti ada hikmah dari setiap kejadian.

Allah tahu sesuatu yang terbaik untuk semua hamba nya.

Smile.